Depresi? Go Away!

Saya salah satu orang yang kurang setuju kalau pembahasan overthinking, stress, mental break down adalah penyakit kejiwaan jaman now. Menurut saya, pembahasannya sama-sama saja, bahkan kuota orang-orangnya juga sesuai presentasi populasi juga sama saja. Namun yang membedakan adalah penyebaran informasinya, seperti medsos yang sedang marak sana sini, ditambah hidup dalam jaman pandemi yang baru saja kita alami.
Adapun penyebab depresi banyak macam dan berbeda-beda bagi setiap individu, karena ini semua tergantung pengalaman hidup dan ketahanan secara kejiwaan yang berbeda-beda pula. Setelah saya pikir-pikir, saya tidak akan membahas secara mendetil apa saja penyebab depresi, selain banyak macamnya karena tergantung pribadinya, lebih baik saya membahas pemicunya dari gambaran umum.
Pemicu Depresi
Semenjak kita sudah sama-sama tahu bahwa depresi ini bersifat individualistik, oleh sebab itu bahasan ini lebih kepada gambaran umum hal-hal yang memicu depresi, antara lain:
- Target diri yang terlalu tinggi
Banyak orang tidak memiliki kemampuan diri untuk menilai kemampuan dan ketahanan dirinya sendiri, akibatnya target yang terlampau tinggi ditambah faktor ambisi yang besar, suatu kombinasi combo menuju kecemasan dan berujung pada stress / depresi.
- Mendiamkan Masalah
Orang tua kita selalu mengajarkan kita untuk hidup bijaksana, saya mengambil nilai ini lebih kepada kemampuan kita didalam melihat sudut pandang yang berbeda terhadap permasalahan. Sudut pandang yang berbeda dari permasalahan adalah tantangan, jika sikap mental kita sudah seperti ini, seharusnya ‘permasalahan’ tadi akan lebih mau untuk diselesaikan. Dan terhindar dari suasana yang mencekam yang pada akhirnya menimbulkan stress.
- Curhat kepada orang yang salah
Sharing bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan beban ketika kita sedang dirundung masalah, hanya jika…kita berbicara kepada orang yang tepat. Saran saya adalah berbicara lah hanya pada Tuhan, karena Dia pasti mendengar dan tidak pernah salah.
Gambara umum pemicu depresi daiatas adalah yang harus kita hindari dan tahu cara menghindarinya. Oleh sebab itu, lakukan kebiasaan-kebiasaan baik dan positif setiap hari setiap saat. Sehingga kita akan terhindar dengan sadar pemicu-pemicu diatas, meskipun tak terhindarkan, sekarang kita tau apa yang harus dilakukan dan apa saja yang tidak perlu dilakukan.