Motivasi Kerja vs Demotivasi Kerja
Pengertian
Demotivasi adalah kebalikan dari motivasi, jika motivasi diartikan sebagai dorongan yang dimiliki seseorang untuk berbuat sesuatu, maka demotivasi adalah kondisi ketika seseorang tidak memiliki dorongan untuk berbuat sesuatu yang mengakibatkannya menjadi tidak bersemangat dan cenderung seperti kehilangan arah.
Demotivasi kerja tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tapi juga kinerja tim. Rasa frustrasi yang timbul lambat laun semakin menurunkan produktivitas dan akan terus bertambah buruk, kecuali kamu mengambil langkah konkret untuk mengakhirinya.

Tidak ada orang yang luput dari demotivasi kerja, dan semua orang tentu pernah merasakan semangat yang naik-turun selama menjalani pekerjaannya. Hal yang membedakannya adalah bagaimana kamu menghadapi semangat yang tengah menurun.
Bagaimana cara mengatasinya ?
Memahami penyebab demotivasi kerja: Demotivasi kerja bukanlah suatu hal yang muncul tanpa penyebab. Sadar ataupun tidak, kamu sebenarnya sedang mengalami suatu konflik antara diri sendiri dengan lingkungan kerja berikut tuntutan di dalamnya. Cobalah menyempatkan waktu untuk merenungi apa yang kamu rasakan saat ini. Pahami lebih dalam, apa yang sebenarnya membuatmu mengalami demotivasi kerja
Menentukan tujuan yang jelas : Tentukan tujuan karir realistis yang bisa kamu uraikan menjadi langkah sederhana. Contohnya, jika demotivasi terjadi karena kamu merasa tidak mendapatkan tantangan baru, kamu bisa menentukan target utama berupa sebuah proyek di mana kamu menjadi pemimpin tim. Uraikan target besar tersebut menjadi tahap-tahap yang lebih kecil. Kamu bisa berdiskusi terlebih dulu dengan rekan kerja, menyusun draf proyek, lalu mengajukannya kepada supervisor. Lakukanlah satu demi satu agar kamu fokus.
Berinteraksi dengan orang-orang terdekat: Pekerjaan bisa menyita waktu sehingga kamu tidak memiliki kesempatan untuk bercengkerama dengan orang-orang terdekat. Lama-kelamaan, kesepian akan berkembang menjadi stres dan memicu demotivasi kerja. Tanpa disadari, produktivitas kerja menurun dan hasil pekerjaan menjadi tidak optimal. Cobalah kembali berinteraksi dengan teman, keluarga, atau orang-orang terdekat di sekitarmu. Hubungi mereka, atau sempatkan bertemu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Kamu akan terkejut dengan besarnya semangat yang muncul setelahnya.
Beristirahat untuk menjaga kesehatan: Apakah kamu sering menghabiskan waktu ekstra untuk bekerja lembur? Tidak ada salahnya untuk bekerja lembur sesekali, tapi coba hitung kembali berapa hari yang kamu habiskan untuk bekerja lembur dalam satu pekan. Berikan jeda bagi tubuhmu untuk beristirahat sejenak. Cukupi kebutuhan tidur dalam sehari, dan pastikan tidurmu juga berkualitas. Tidur cukup akan membantu tubuh dan pikiran untuk memulihkan diri sehingga semangat kembali meningkat.
Hindari hal negatif yang terdapat di lingkungan kerja: Demotivasi kerja juga bisa dipicu oleh berbagai hal negatif yang ada di sekitarmu. Tidak hanya menurunkan motivasi dan semangat bekerja, hal negatif tersebut juga dapat memengaruhi cara berpikirmu terhadap pekerjaan. Hindarilah konflik yang tidak diperlukan serta pembicaraan negatif seputar pekerjaan. Jauhi perilaku yang dapat menimbulkan kesan buruk, seperti berbohong, mangkir dari pekerjaan, absen tanpa keterangan, dan sebagainya.
Jangan takut membuat kesalahan:Rasa takut menjadi penyebab seseorang mengalami demotivasi kerja. Oleh karena itu, lawan rasa takut tersebut karena kesalahan adalah hal yang wajar saat kamu bekerja. Itu lebih baik ketimbang kamu tidak mencoba sama sekali. Ingat tantangan dan rintangan adalah bagian dari hidup dan kamu harus bisa melewatinya.
Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan: Buatlah batasan yang jelas antara pekerjaan dengan waktu untuk diri sendiri. Begitu selesai bekerja, matikan laptop dan simpanlah di tempat yang berbeda dengan kamar tidur agar kamu bisa fokus beristirahat. Hindari kebiasaan membuka email saat menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, atau pasangan. Terutama pada hari libur yang merupakan momen untuk beristirahat. Jadikan hari liburmu berkualitas agar semangat kembali muncul.
Pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain: Beberapa masalah yang menimbulkan demotivasi sering kali telah begitu mengakar sehingga sulit untuk diatasi. Jika semua cara yang kamu lakukan tidak dapat mengatasi demotivasi, kamu dapat mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Perlu diingat bahwa resign adalah keputusan yang besar. Pastikan kamu telah memikirkannya matang-matang sebelum memutuskan mengundurkan diri. Bila memungkinkan, keputusan resign sebaiknya hanya diambil jika kamu telah mendapatkan pekerjaan baru.
Motivasi Kerja vs Demotivasi Kerja
Penyeimbang Motivasi Kerja Anda
Temukan atau buatlah tugas-tugas yang menggunakan keterampilan Anda.
Jika pekerjaan Anda tampak tidak cocok dengan gairah dan keterampilan yang dimiliki, temukan cara untuk mencocokkannya. Contohnya, jika Anda suka menulis, Anda dapat mencoba untuk menulis laporan berkala perusahaan, atau memberikan saran kepada atasan Anda tentang cara untuk meningkatkan tulisan pada situs web Anda. Cantumkan data diri Anda di dalam pekerjaan, maka Anda akan menemukan bahwa motivasi tersebut akan datang dengan sendirinya.
Perhatikan tugas dan pekerjaan Anda lalu tandai saat telah selesai.
Salah satu cara yang cepat untuk tetap termotivasi saat bekerja adalah dengan memperhatikan apa yang telah Anda selesaikan. Menandai daftar pekerjaan adalah cara yang baik untuk menunjukkan seberapa banyak yang telah Anda selesaikan dalam sehari. Hal tersebut juga merupakan cara yang bagus untuk menjaga tujuan secara keseluruhan serta menunjukkan bagaimana tugas-tugas yang kecil dan tampak tidak penting berperan untuk menyelesaikan proyek yang lebih besar.
Tentukan tujuan serta rayakan pencapaian. Bekerja tidak selalu menyenangkan. Cara terbaik untuk tetap termotivasi saat mengerjakaan tugas yang membosankan atau sulit adalah dengan mengingat tujuan akhir Anda. Tujuan yang terbaik adalah tujuan yang dibuat oleh sendiri serta sangat bermakna bagi Anda sehingga membuat Anda lebih mudah untuk termotivasi.
- Setelah menyelesaikan pencapaian, seperti menyelesaikan bab pertama naskah atau menyelesaikan laporan pengeluaran dengan tepat waktu, hargai diri Anda. Rayakan pencapaian Anda sehingga tugas-tugas tersebut menjadi lebih bermakna.
- Tujuan Anda tidak perlu berkaitan dengan pekerjaan Anda yang sekarang. Anda dapat menabung untuk melanjutkan sekolah atau meningkatkan pekerjaan Anda demi mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan.
Fokuskan pada alasan mengapa harus bekerja, bukan pada alasan mengapa tidak harus bekerja. Semakin Anda memikirkan dan membicarakan pemikiran yang negatif, pemikiran tersebut dapat semakin menjengkelkan, semakin berkembang dan semakin buruk. Daripada selalu menggerutu tentang atasan yang tidak menyenangkan, tugas yang sulit serta rekan kerja yang menjengkelkan, pikirkan hal-hal yang Anda nikmati. Buatlah daftar hal-hal yang positif dari pekerjaan Anda serta cobalah untuk memikirkan hal tersebut setiap kali Anda mengeluh atau memikirkan hal-hal negatif.
Motivasi Kerja vs Demotivasi Kerja
Buatlah diri Anda bahagia dan positif untuk membuat motivasi lebih mudah datang. Jika Anda dapat membuat pekerjaan dapat dinikmati, motivasi tersebut akan datang dengan sendirinya. Hal tersebut dimulai dari menemukan pekerjaan dan tugas yang Anda nikmati, tetapi bukan hanya sampai di sana. Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan sesekali meminta istirahat saat bekerja adalah cara yang hebat untuk memastikan bahwa Anda bahagia dan termotivasi untuk segala hal.
Rawatlah tubuh Anda. Masalah motivasi sering kali bukan diakibatkan karena Anda membenci pekerjaan atau rekan kerja, tetapi hanya karena tubuh Anda tidak bekerja seefektif yang seharusnya. Perasaan lelah, kehabisan tenaga dan lesu adalah cara mudah untuk tidak termotivasi. Akan tetapi, hal tersebut juga dapat dihindari dengan mudah.