| | | |

Penerimaan Diri Jaman Now

Hidup diusia remaja, dewasa dan senja dijaman sekarang ini memiliki dinamika tersendiri di banding tahun-tahun terdahulu. Hampir semua aspek didalam kehidupan kita mengalami metamorfosis. Metamorfosis dalam bahasan kali ini bisa diartikan sebagai menerima perubahan dan beradaptasi agar bisa bertahan hidup bahkan berhasil sampai taraf sukses didalam menghadapi dinamika yang ada.

Pemetaan Diri

Kunci didalam beradaptasi terhadap perubahan yang ada adalah kemampuan kita untuk menerima diri. Nah ini tantangannya, sebagaian besar dari individu pada awalnya mengalami kegagalan didalam beradaptasi. Hal ini sangatlah wajar apabila kita melihat dari kacamata diri sendiri dan perubahan global yang ada, diri kita yang sekecil ini harus mampu menerima perubahan atau dinamika yang begitu besar.

Contohnya pada musim pandemi yang belum berakhir seperti sekarang ini, banyak sekali orang maupun organisasi, perusahaan atau instansi yang belum keluar dari polemik perubahan akibat pandemi. Yang pada akhirnya akan mempengaruhi dari berbagai sektor, seperti bisnis, finansial, relasi sampai dengan psikologis.

Kabar baiknya adalah kita tidak sendirian yang mengalami tantangan akibat perubahan itu tadi. Namun apabila kita meluangkan waktu untuk menelaah labih tajam situasi yang ada, mungkin kita akan segera menemukan jawabannya. Saya sudah melakukannya, dan ada satu faktor besar ada sekelompok orang / organisasi yang berhasil dan masih banyak yang belum berhasil keluar dan sukses beradaptasi dari polemik yang ada. Kuncinya ternyata ada pada penerimaan diri dan organisasi.

Opsi Pengambilan Keputusan

Penerimaan diri adalah langkah awal orang untuk berubah karena difase ini kita akan melihat peta permasalahan yang ada dan melakukan keputusan-keputusan yang relatif lebih tepat dibanding kita tidak melakukan proses penerimaan diri atau pemetaan yang ada. Logika sederhananya adalah bagaimana mungkin orang akan menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang ada apabila tidak mengetahui permasalahan sesungguhnya apa dan sebesar apa. Sekelompok orang seperti ini tentunya akan menghasilkan keputusan-keputusan yang salah bakal fatal jika memaksakan diri untuk tidak melalui fase penerimaan diri terlebih dahulu.

Didalam dunia pekerjaan pun berlaku hal yang sama, seperti kita ketahui. Pribadi-pribadi yang bekerja didalam suatu perusahaan adalah penting adanya. Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin roda perusahaan / organisasi dapat berjalan kepada keputusan yang tepat apabila masing-masing individunya tidak mengetahui pemetaan permasalahan yang terjadi.

Skala Prioritas

Kunci kedua setelah melakukan proses penerimaan diri dan berhasil melakukan pemetaan terhadap dinamika yang adalah melakukan prioritas / skala decision making atau pengambilan keputusan dari skala kecil – sedang – besar dan harus memasukan unsur waktu dari jangka pendek dan jangka panjang.

Evaluasi

Tentunya tidak semua pengambilan keputusan akan membuahkan hasil yang optimal, hal ini dipengaruhi banyak hal, antara lain: perbedaan persepsi atau sudut pandang antara masing-masing individu dan perusahaan / organisasi, perbedaan kemampuan didalam menjalankan keputusan yang ada dan konsistensi didalam menjalankan keputusan bersama. Oleh sebab itu, adakanlah forum evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan akan keputusan yang sudah dijalankan dan lakukan perubahan kembali demi mempertajam dan meningkatkan persentasi keberhasilan.

Harapannya apabila beberapa proses diatas dijalankan sesuai dengan fase-fasenya, tentunya kita akan segera keluar dari dinamika dan tantang yang ada dan akan memperkokoh kehidupan pribadi maupun organisasi.

Selamat melakukan proses penerimaan diri !

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *