Kontrol Diri adalah Berperan Penting terhadap Perkembangan Diri

Kontrol Diri adalah Berperan Penting terhadap Perkembangan Diri

Menurut Averill (Ghufron & Risnawati, 2011) kontrol diri adalah kemampuan individu untuk memodifikasi perilaku, kemampuan individu dalam mengelola informasi yang diinginkan dan yang tidak diinginkan, dan kemampuan individu untuk memilih salah satu tindakan berdasarkan sesuatu yang diyakini.

Beberapa definisi lainnya tentang kontrol diri (self esteem)

Kontrol diri diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. Kontrol diri merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan dan digunakan individu selama proses proses dalam kehidupan, termasuk dalam mengahadapi kondisi yang terdapat dilingkungan sekitarnya.

Kontrol diri merupakan salah satu kompetensi pribadi yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Perilaku yang baik, konstruktif, serta keharmonisan dengan orang lain dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk mengendalikan dirinya.

Tingkah laku individu ditentukan oleh dua variabel yakni variabel internal dan variabel eksternal. Sekuat apapun stimulus dan penguat eksternal, perilaku individu masih bisa dirubah melalui proses kontrol diri. Artinya meskipun kondisi eksternal sangat mempengaruhi, dengan kemampuan kontrol diri individu dapat memilih perilaku mana yang akan ditampilkan.

Kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan dorongan dari dalam dirinya. Ada dua kriteria yang menentukan, apakah kontrol emosi dapat diterima secara sosial atau tidak. Kontrol diri dapat diterima bila reaksi masyarakat terhadap pengendalian emosi adalah positif.

Namun, reaksi positif saja tidaklah cukup karenanya perlu diperhatikan kriteria lain, yaitu efek yang muncul setelah mengontrol emosi terhadap kondisi fisik dan psikis.

Kontrol emosi seharusnya tidak membahayakan fisik dan psikis individu. Artinya, dengan mengontrol emosi kondisi fisik dan psikis individu harus membaik. Kontrol diri individu sendiri yang menyusun standar bagi kinerjanya dan menghargai atau menghukum dirinya bila berhasil atau tidak berhasil mencapai standar tersebut.

Kontrol eksternal orang lainlah yang menyusun standar dan memberi ganjaran atau hukuman. Tidak mengherankan bila kontrol diri dianggap sebagai suatu keterampilan berharga.

Kontrol Diri adalah Berperan Penting terhadap Perkembangan Diri

Panduan Sederhana Kontrol Diri

  1. Mengatur Irama Pernapasan

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan diri adalah mengatur irama pernapasan. Menurut penelitian yang ada, agar neurokimia dapat memutar kembali posisi kimia yang ada di otak menjadi normal hanya membutuhkan waktu 90 detik saja. Dengan melakukan pengaturan irama pernapasan sebagai cara untuk mengendalikan emosi yang ada dalam diri, kamu dapat mengistirahatkan pikiran sejenak.

Caranya pun sangatlah mudah, kamu hanya perlu untuk menarik napas yang dalam serta perlahan, kemudian rasakan kenikmatan pada setiap hembusan yang dikeluarkan sebelum melanjutkan aktivitas keseharian. Melakukan hal ini dapat membantu kamu untuk menjernihkan pikiran dengan rentang waktu yang singkat. Dengan mengatur irama pernapasan kamu sudah masuk ke dalam langkah awal untuk mengendalikan diri lebih baik.

  1. Menahan Amarah serta Mengendalikan Diri

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengendalikan diri adalah dengan menahan amarah. Ketika kamu berada di situasi dimana emosi amarah sulit diatur, cobalah untuk tetap tenang dan mencoba menahan amarah yang keluar saat itu.

Siklus agresi yang merupakan siklus kemarahan yang terbentuk karena adanya eskalasi, eksplosi, serta pasca-eksplosi. Dengan memiliki pengendalian diri, maka aggression cycle menjadi tidak teratur dan tidak terjadi. Jika kamu dapat mengendalikan diri maka pikiran kamu akan lebih tenang dan dapat berpikir lebih logis.

3. Mengontrol Tingkat Kesadaran Diri

Cara ketiga yang dapat dilakukan untuk mengendalikan diri adalah dengan mengontrol tingkat kesadaran diri. Hal ini sangat penting dikarenakan ketika kamu emosi seringkali seseorang kehilangan kesadaran akan tindakan yang dilakukannya. Dalam berekspresi sendiri, kita harus mengetahui waktu dan tempat yang tepat untuk menuangkannya.

Menunjukkan emosi bukanlah hal yang buruk apalagi jika terjadi suatu peristiwa ekstrim seperti kehilangan orang yang dicintai, ataupun kehilangan barang berharga. Namun, yang penting adalah memiliki kesadaran untuk mengendalikan situasi.

Panduan Pengendalian Diri/Self Control – Pengendalian diri adalah sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengontrol emosi yang ada pada dirinya. Oleh sebab itu, sangatlah penting dalam membangun pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengendalian tingkah laku yang tidak kita inginkan dan membuat tujuan yang ingin kita capai menjadi lebih terarah. Berikut ini penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan pengendalian diri beserta aspek, faktor, serta cara mengendalikannya. Simak informasi berikut.

Namun, ketika emosi yang ada sudah diluar kendali diri sendiri dapat menyebabkan berbagai hal seperti konflik pada sebuah hubungan baik pertemanan maupun percintaan, kesulitan untuk membangun hubungan lain, terjadinya masalah di lingkungan sekitar seperti tempat kerja maupun perkuliahan, adanya dorongan untuk menggunakan obat terlarang untuk menekan emosi, atau bahkan terjadinya ledakan emosi yang dapat berdampak buruk.

Seperti pembahasan mengenai pengembangan diri lainnya, kontrol diri juga perlu dilatih dan membuat daftar, apa-apa saja yang sudah dilakukan dan seberapa konsisten kita sudah menjalankannya. Dan, berikanlah apresiasi kepada diri Anda apabila kita berhasil menapaki perjalanan pengembangan diri khususnya pada aspek pengendalian diri ini.

Semoga berhasil !

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *