| | | | | | | |

Dinamika Problem Solving

Dinamika Problem Solving Seperti namanya, problem solving adalah sebuah kemampuan untuk mencari solusi atas segala halangan dari tujuanmu. Semakin baik kamu menguasai skill ini, semakin cepat dan efektif pula persoalanmu selesai. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Banyak orang yang mengira bahwa problem solving atau pemecahan masalah adalah suatu skill atau kerampilan yang dapat diasah lewat praktik.

Padahal, hal ini kurang tepat, lho. Meski merupakan bagian dari soft skill, kamu bisa belajar penyelesaian persoalan layaknya hard skill.

Kira-kira, mengapa bisa begitu? Ketahui jawabannya dengan menyimak penjelasan Glints di bawah ini.

Mengutip dari Session Lab dan Chanty, berikut adalah beberapa metode yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah.

  1. Brainstorming Salah satu metode yang ampuh untuk memecahkan masalah adalah brainstorming. Ketika melakukan brainstorming, kamu dan rekan kerja mencari solusi kreatif untuk suatu masalah. Sehingga, metode ini mendorong setiap orang yang terlibat untuk menyampaikan idenya. Setelah terkumpul, ide-ide tersebut bisa digabungkan atau diolah untuk menjadi satu solusi utama.
  1. thinking hats: Six thinking hats adalah metode problem solving selanjutnya. Dalam metode ini, kamu dan rekan kerja silih berganti mencoba menghadapi suatu masalah dari beragam perspektif. Adapun perspektif yang digunakan seperti;
  • fakta dan data
  • solusi kreatif
  • hal positif dari suatu solusi
  • hal negatif dari suatu solusi

Fakta-fakta tersebut jadi pendorong dan pendukungmu dalam mencari solusi.

  1. The 5 whys: Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan bersama rekan kerja adalah the 5 whys. Dalam metode ini, kamu cukup meng-highlight masalah yang akan dipecahkan. Lalu, tanyakan pada dirimu dan tim “mengapa” masalah tersebut bisa terjadi. Setelah itu, terus tanyakan “mengapa” atau “why” sebanyak 5 kali. Namun, pastikan untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan objektif. Hal ini dapat membantumu capai akar dari permasalahan yang sedang dihadapi.
  1. Lightning decision jam: Dalam metode ini, kamu dan rekan kerja masing-masing menulis tantangan, kekhawatiran, atau kesalahan dalam sebuah catatan kecil. Kemudian, tim memilih masalah mana yang diselesaikan dan dituntun untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang baru. Hal ini memungkinkan kamu dan tim untuk membuat solusi dari masalah yang dipilih. Metode ini pun memastikan bahwa proses penyelesaian masalah dilakukan secara terfokus dan teratur.
  1. Failure mode and effect analysis: Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan adalah failure mode and effect analysis. Dalam metode ini, kamu dan tim mencoba menganalisis setiap elemen dari strategi bisnis dan memikirkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi. Hal-hal terburuk seperti kenapa strategimu gagal dan kapan terjadinya menjadi pokok bahasan dari pemecahan masalah dalam metode ini. Dengan melihat kemungkinan terburuk dan seberapa mungkin hal itu terjadi, kamu dan tim bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut serta mencegahnya.

Dinamika Problem Solving

Untuk contoh pemecahan masalah ini, langkah-langkahnya adalah:

  1. Analisis situasi: Solusi yang tepat tentu menyasar akar masalah. Oleh karena itu, kamu wajib tahu akar masalah ini dulu. Dalam tahap ini, kamu membutuhkan skillskill seperti:
  • pengumpulan data
  • analisis data
  • analisis historis

Oleh karena itu, dalam konteks ini, kamu wajib mencari penyebab masalah di toko kue. Misalnya, ternyata, mesin penggiling adonanmu rusak.

  1. Buat daftar solusi: Tahap problem solving selanjutnya adalah mencari jalan keluar. Tentu saja, tiap masalah punya jalan keluar yang beraneka ragam. Oleh karena itu, daftar dulu berbagai kemungkinan solusi yang ada, ya! Untuk melakukan tahap ini, kamu butuh kemampuan:
  • berpikir kreatif
  • perencanaan proyek
  • desain proyek

Untuk masalah di toko kue, alternatif solusinya adalah:

  • membeli mesin penggiling baru
  • mencoba memperbaiki mesin penggiling
  • tidak produksi roti sama sekali, buat bolu kukus saja
  • tidak produksi bolu kukus, tenaga dan waktu dipakai untuk membuat roti
  • membuat roti tanpa mesin penggiling
  • dan lain-lain

Apa pun yang kamu pikirkan, kumpulkan saja dulu menjadi satu.

  1. Pilih solusi terbaik: Sudah menuliskan berbagai alternatif solusi? Sekarang, saatnya memilih yang terbaik di antara pilihan itu. Ingat, tiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Terlebih lagi, kadang kala, kamu tak jadi satu-satunya orang yang membuat keputusan.

Oleh karena itu, dalam tahap problem solving ini, kamu butuh skill:

  • analisis
  • diskusi
  • kerja sama
  • penentuan prioritas

Kita kembali lagi ke contoh pemecahan masalah toko kue. Misalnya, pada hari itu, ada pesanan 50 roti yang harus selesai hari ini. Akhirnya, kamu memutuskan untuk mengurangi produksi bolu kukus. Ada tenaga ekstra untuk membuat roti pesanan tanpa mesin penggiling. Ingat, tiap masalah punya konteks yang berbeda-beda. Oleh karena itu, solusi terbaiknya juga berbeda-beda. Untuk memahami hal ini, Glints akan memberikan contoh tambahan. Misalnya, ternyata, roti yang kemarin masih bersisa. Roti-roti itu juga sangat layak jual. Kalau begitu, kamu tak perlu membuatnya lagi. Hari ini, fokuskan saja tenaga untuk mengukus bolu-bolu. Itulah mengapa, penting bagimu memahami konteks persoalan.

  1. Rancang rencana: Sudah punya solusi, waktunya eksekusi. Dalam pelaksanaan ini, kamu membutuhkan kemampuan:
  • manajemen proyek
  • manajemen waktu
  • kolaborasi

Nah, saat mengurangi produksi bolu kukus, siapa saja yang dipindah ke produksi roti? Berapa waktu yang dibutuhkan? Karena tidak ada mesin, bekerja di dapur tentu menjadi lebih lelah. Kamu juga harus memikirkan waktu istirahat pegawai. Rencanakan semua ini matang-matang, ya! Dengan panduan yang jelas, solusi yang kamu buat tentu bisa terlaksana dengan baik.

  1. Evaluasi: Saat sudah selesai, coba lakukan evaluasi dari solusimu. Apakah jalan keluar itu sudah benar-benar bekerja? Dalam proses ini, skill yang kamu butuhkan antara lain:
  • analisis
  • komunikasi
  • pengumpulan data

Bagian terpenting dari langkah diatas adalah evaluasi, karena tak jarang solusi yang kita temukan meski sudah dengan langkah-langkah konkrit diatas belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, ini adalah keindahan dari sebuah problematika atau dinamika kehidupan bagi setiap individu. Dengan begini, manusia senantiasa akan terstimulus untuk selalu mengembangkan dirinya sampai waktu yang tidak terbatas.

Selamat Berkarya !

Similar Posts