Mengapa Kedisiplinan dibutuhkan didalam dunia pekerjaan?

Beberapa Definisi Kedisiplinan
Suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui suatu proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. (Soegeng Prijodarminto)
Kedisiplinan adalah suatu bentuk yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Peraturan dimaksud dapat ditetapkan oleh orang yang bersangkutan maupun yang berasal dari luar (Arikunto)
Dari kedua definisi diatas ada yang tahu persamaannya ? Ya benar, adalah Peraturan / Keteraturan / Aturan. Kita bisa membayangkan apabila kita hidup dalam suatu tempat yang tidak ada aturan, kemungkinan besar yang terjadi adalah kekacauan / chaos.
Nah sekarang mari kita bahas perbedaan tempat yang memiliki norma-norma kedisiplinan dengan yang tidak. Kedisiplinan akan menciptakan keteraturan, keharmonisan, kerukunan sampai dengan kebahagiaan karena semuanya mau diatur, semuanya mau berbagi, semuanya mau taat. Namun hal ini bukan hal yang mudah jika memang tidak datang dari pribadi masing-masing.
Manfaat Kedisipinan
Keberhasilan kedisiplinan secara menyeluruh dari suatu tempat tertentu (keluarga, lingkungan kerja, ibukota propinsi sampai dengan suatu negara) adalah tergantung seberapa besar peraturan tertentu mempengaruhi hajat hidup kebahagiaan orang banyak. Jika peraturan yang ada tidak membuat kebahagiaan dan kesejahteraan anggota maupun warga suatu tempat tertentu, maka yang ada adalah kekacauan itu tadi.
Oleh sebab itu, kita menjadi paham apabila para pemimpin kita maupun pemimpin belahan dunia manapun sering menyampaikan pada pidatonya bahwa kedisiplinan demi kesejahteraan bersama ini tidak akan terjadi jika hanya melalui instruksi / dorongan pemimpinnya saja, melainkan kesadaran untuk mau melakukannya seluruh lapisan penghuninya atau paling tidak sebagian besar dari jumlah total penghuni tempat tertentu.
Tentunya juga, didalam perusahaan yang sehat, sudah bisa dipastikan memiliki peraturan dan kebijakan perusahaan yang baik. Ditambah tokoh para pemimpinnya bisa menjadi contoh dari nilai-nilai kedisiplinan, sehingga keuntungan dapat diperoleh dari semua pihak seperti: turn over pegawai rendah, target perusahaan tercapai, penipuan / fraud rendah dan nilai-nilai baik lainnya. Sementara dari sisi pegawai antara lain: tercipta lingkungan kerja yang baik, saling membangun, saling mendukung. Dan dari hubungan sisi perusahaan dan pegawai adalah tercipta lingkungan yang saling mensejahterakan.
