pengertian masalah sosial

Pengertian Konflik

Pengertian Konflik menurut Robbins, Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain.
Beberapa faktor penyebab konflik, yaitu :
(1) Salah satu faktor penyebab konflik adalah Saling bergantungan. Saling bergantungan dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sama lain guna menyelesaikan tugas.
(2) Salah satu faktor penyebab konflik ialah perbedaan tujuan. Perbedaan tujuan yang terdapat diantara satu bagian dengan bagian yang lain yang tidak sepaham bisa menjadi faktor penyebab munculnya konflik.
(3) Salah satu faktor penyebab konflik yaitu perbedaan persepsi atau pendapat. Dalam hal menghadapi suatu masalah, perbedaan persepsi yang ditimbulkan inilah yang menyebabkan munculnya konflik.
Ada tiga pandangan mengenai konflik, yaitu :
(1) Pandangan Tradisional, menyatakan bahwa konflik harus dihindari karena akan menimbulkan kerugian. Dalam aliran ini memandang konflik sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan, sesuatu yang buruk dan selalu merugikan dalam organisasi. Oleh karenanya, konflik harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin dengan mencari akar permasalahannya.
(2) Pandangan Hubungan Kemanusiaan, menyatakan bahwa konflik merupakan sesuatu yang alamiah, wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok manusia. Konflik tidak selalu dipandang buruk karena memiliki potensi kekuatan yang positif di dalam menentukan kinerja kelompok. Konflik ini tidak selamanya bersifat merugikan, bahkan bisa menguntungkan, yang oleh karena itu konflik harus dikelola dengan baik.
(3) Pandangan Interaksionis, menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, akan tetapi mutlak diperlukan untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif, dengan demikian konflik harus diciptakan. Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi yang harmonis, tenang dan damai ini justru akan membuat organisasi itu menjadi statis dan tidak inovatif. Hal ini kemudian berdampak pada kinerja organisasi yang menjadi rendah.
Macam Macam Konflik
Berbicara mengenai macam macam konflik, maka konflik dibedakan dalam beberapa perspektif antara lain :
(1) Konflik Intraindividu. Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar berbeda dengan keinginan atau harapannya.
(2) Konflik Antarindividu. Konflik yang terjadi antarindividu yang berada dalam suatu kelompok atau antarindividu pada kelompok yang berbeda.
(3) Konflik Antarkelompok. Konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
(4) Konflik Organisais. Konflik yang terjadi antara unit organisasi yang bersifat struktural maupun fungsional. Contoh konflik ini : konflik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Macam macam konflik ditinjau dari fungsinya, yaitu :
(1) Konflik Konstruktif merupakan konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
(2) Konflik Destruktif ialah konflik yang berdampak negatif bagi pengembangan organisasi.
Macam macam konflik ditinjau dari segi instansionalnya, yaitu :
(1) Konflik kebutuhan individu dengan peran yang dimainkan dalam organisasi. Tidak jarang keinginan dan kebutuhan karyawan bertentangan atau tidak sejalan dengan kepentingan dan kebutuhan organisasi. Hal ini yang bisa memunculkan konflik.
(2) Konflik peranan dengan peranan. Misalnya setiap karyawan organisasi yang memiliki peran berbeda-beda dan ada kalanya perbedaan peran tiap individu tersebut memunculkan suatu konflik, karena setiap individu tersebut berusaha untuk memainkan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
(3) Konflik individu dengan individu lainnya. Konflik ini seringkali muncul jika seorang individu berinteraksi dengan individu lainnya karena latar belakang, pola pikir, pola tindak, minat, kepribadian, persepsi dan sejumlah karakteristik yang berbeda antara hubungan yang satu dengan yang lain.
Macam macam konflik ditinjau dari segi materi atau masalah yang menjadi sumber konflik, yaitu :
(1) Konflik tujuan. Adanya perbedaan tujuan antarindividu, organisasi atau kelompok dapat memunculkan konflik.
(2) Konflik peranan. Setiap manusia memiliki peran lebih dari satu. Peran yang dimainkan ini seringkali memunculkan konflik.
(3) Konflik nilai. Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang dianut organisasi atau kelompok. Hal ini juga dapat berpotensi untuk memunculkan konflik.
(4) Konflik kebijakan. Konflik ini muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.
Kurangi konflik yang ada pada lingkungan perusahaan anda dan daftarkan perusahaan anda untuk training bersama Trivi Adventure Camp!

Similar Posts

  • 4 Tips Hemat Biaya Gathering Karyawan

    4 Tips Hemat 4 Tips Hemat Biaya Gathering Karyawan Kegiatan gathering atau tour bagi karyawan pabrik atau kantoran adalah solusi untuk menghilangkan penat dan kembali menjadi segar dalam beraktifitas. Sayangnya, banyak perusahaan yang enggan mengadakan kegiatan gathering karena beranggapan hal itu mahal. Sebenarnya perusahaan bisa menyiasati kegiatan gathering karyawan sehingga menjadi murah. Dengan demikian, karyawan…

  • Manfaat Outbound

    Manfaat outbound bagi karyawan Outbound yang kita kenal ada berbagai macam, bila dilihat dari sifatnya diantaranya adalah : 1. Low Risk (resiko rendah) contohnya funny games. 2. High Risk (resiko tinggi) contohnya flying fox, diving, rafting, dsb Manfaat mengikuti outbound bagi karyawan diantaranya adalah: 1. Refreshing : Sebagaimana kita tahu, rutinitas pekerjaan seringkali menyebabkan kejenuhan…

  • Kunci Keberhasilan Pensiun

    Did You Know? Apakah Anda tahu bahwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai lebih dari 28 juta jiwa? Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia. Dengan populasi lansia yang semakin besar, persiapan pensiun yang matang menjadi sangat penting untuk memastikan…

  • Sikap Etos Kerja yang Baik

    Menurut para ahli dan filsuf, beberapa pandangan tentang etos kerja: Perilaku kerja yang etis dan menjadi kebiasaan kerja yang berporos pada etika (Max Weber – German Sociologist) Sikap yang muncul atas kemauan dan kesadaran sendiri yang didasari sistem orientasi nila budaya terhadap pekerjaan seseorang (Usman Pelly – Anthropologist) Tepat waktu, moralitas, kejujuran, komitmen, kuat pendirian,…

  • Apa itu Pelatihan Kerja?

    Apa itu pelatihan kerja? Menurut Gomes (1997), “Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya. Idealnya, pelatihan harus dirancang untuk mewujudkan tujuan – tujuan organisasi, yang pada waktu bersamaan juga mewujudkan tujuan – tujuan para pekerja secara perorangan. Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling umum…

  • Inbound Training

    Inbound Training adalah kegiatan training berbasis dalam ruangan atau indoor. Indoung training kami meliputi: I. Costumer Skils Salah satu materi pembelajaran pada inbound training kami adalah Costumer Skills. Apapun pelayanan kepada masyarakat tentunya telah ada suatu ketetapan tata laksananya, prosedur dan kewenangan sehingga penerima pelayanan puas apa yang telah diterimanya. Sehubungan dengan itu pelayanan kepada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *