Kecerdasan Emosi adalah Faktor Mutlak Penunjang Kebahagiaan

Kecerdasan Emosi adalah Faktor Mutlak Penunjang Kebahagiaan
Bahasan yang cukup menarik kali ini, mengapa ?Orang jarang sadar harus memiliki emosi yang cerdasKita mulai dari definisi kecerdasan emosi menurut Yusuf dan Nurishan.
Kecerdasan emosional merupakan kesadaran terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, bersikap empati, kasih sayang, motivasi dan kemampuan untuk merespon suasana kegembiraan dan kesedihan secara tepat.
Menurut Psikolog Salovey, untuk menjelaskan hubungan kausalitas antara empati, mengungkapkan dan memahami perasaan marah, pengendalian amarah, kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri, berdiskusi, memecahkan masalah, keramahan serta adanya sikap hormat.
Gambaran definisi yang cukup tepat dan menarik bukan ? Disini mungkin kita bisa menyimpulan dalam diri jika kita sudah berperilaku orang yang sudah cerdas secara emosi atau belum ? Alat ukur yang sederhana adalah memikirkan diri kita didalam bersikap jika dihadapkan dengan dinamika tantangan hidup dari hal kecil sampai besar, jika kesemua jawaban ada pada definisi diatas berarti saya harus mengucapkan selamat kepada Anda. Namun jika belum, berikut beberapa arahan untuk meningkatkan kecerdasan emosi.
- Memiliki Kesadaran Diri
Komponen pertama adalah kesadaran diri. Menurut KBBI kesadaran diri diartikan sebagai kesadaran yang dimengerti seseorang, mengenai keadaan dirinya sendiri. Dalam hal ini maksudnya, kesadaran ini adalah kesadaran yang mana anda mampu memahami mengenai emosi yang ada di dalam diri anda.
Hal ini merupakan aspek terpenting dalam kecerdasan emosional. Semakin memahami kondisi emosi yang ada di dalam diri dan pengendaliannya, semakin baik juga kondisi kecerdasan emosi yang terbentuk.
Alangkah baiknya, untuk membentuk kecerdasan emosional, seseorang harus memahami dan mengetahui hubungan antara yang mereka rasakan dan bagaimana mereka harus bersikap. Selain itu, harus mampu mengenali apa kelebihan dan kekurangan dari diri mereka sendiri.
Peneliti mengungkapkan bahwa pada dasarnya orang memiliki kesadaran dari diri sendiri itu, memiliki ciri-ciri, yaitu mempunyai selera humor yang baik, punya kepercayaan diri yang tinggi dan mempercayai kemampuan diri sendiri, serta menyadari cara orang memandang diri mereka.
Kecerdasan Emosi adalah Faktor Mutlak Penunjang Kebahagiaan
2. Membentuk Regulasi Diri
Sesuai dengan komponen pertama, untuk komponen kedua adalah membentuk regulasi diri. Regulasi memiliki pengertian sebagai pengaturan. Dalam hal ini maksudnya ialah individu harus memiliki pengaturan emosi yang baik.
Setelah mampu untuk menyadari adanya emosi di dalam diri, akan memunculkan dampak bagi orang lain, maka dalam kinerjanya, kecerdasan emosional harus mampu untuk mengelola emosi dan mengaturnya.
Bukan berarti kalian harus menyembunyikan perasaan kalian yang sebenarnya dan mengunci rapat pintu, agar emosi kalian tidak keluar. No, itu salah besar. Apabila kalian seperti itu, kalian hanya akan menunggu waktu dan keadaan yang sesuai untuk kalian mengungkapkan perasaan kalian sebenarnya. Mengekspresikan emosi secara tepat baik dalam pemilihan waktu dan keadaan yang tepat dinamakan sebagai pengaturan diri.
Dampak dari kalian yang mampu melakukan pengaturan diri adalah mereka cenderung mampu beradaptasi dengan baik terhadap adanya perubahan dan fleksibel. Selain itu mereka juga pintar dalam meredam situasi yang tegang dan pintar dalam mengelola konflik sehingga mampu menimbulkan solusi.
Penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan mengatur diri yang baik dan memiliki kesadaran diri yang baik, maka akan berdampak pada bagaimana cara mereka untuk bertanggung jawab dan memiliki kemampuan dalam mempengaruhi orang lain di sekitar mereka.
4. Mempunyai Empati
Mempunyai empati merupakan salah satu komponen dari kecerdasan emosi. Empati diartikan sebagai kemampuan diri untuk lebih memahami perasaan orang lain, dan hal ini sangat penting bagi pengembangan kecerdasan emosi. Empati yang ada membentuk pemahaman mengenai emosi yang sedang dirasakan lawan bicara kita, ataupun orang di sekitar kita.
5. Memiliki Motivasi Diri
Peran kunci dalam membentuk kecerdasan emosional dipegang oleh motivasi dalam diri sendiri. Orang cerdas secara emosional memiliki kecenderungan termotivasi di luar motivasi eksternal seperti mendapatkan ketenaran, pujian, uang dan pengakuan.
Mereka cenderung memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan batin dari mereka sendiri. Seseorang yang memiliki motivasi diri cenderung kompeten dan cenderung berorientasi pada tindakan-tindakan pengendalian. Sehingga kalau dilihat orang yang memiliki kecerdasan emosional mampu berkomitmen dan sangat pintar dalam mengambil inisiatif.
Kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang sendiri kadang tercermin pada kehidupan nyata, dimana pada umumnya menjadi individu yang menonjol dan memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang di tempat kerja dan hal ini dibahas pada buku Kecerdasan Emosional karya Daniel Goleman.
Stabilizer Kecerdasan Emosi
Setelah mengetahui komponen-komponen kecerdasan emosional, selanjutnya akan memahami tentang ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional. Ada beberapa ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional, yaitu:
- Mampu mengenali perasaan diri sendiri;
- Mampu membaca perasaan orang lain;
- Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri;
- Tidak mudah baper (baca: tersinggung);
- Cenderung menjadi pendengar yang baik;
- Berpikiran secara terbuka dan mampu menerima pendapat orang lain;
- Tidak malu untuk minta maaf duluan.
Tingkat kecerdasan emosional sendiri juga dapat berpengaruh terhadap kemandirian belajar seseorang, sehingga prestasi orang tersebut cenderung meningkat atau bahkan tinggi, seperti halnya yang dibahas pada buku Kiat Sukses Melalui Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar.
Kadang cerdas, kadang tidak
Tantangan terbesarnya adalah perilaku cerdas ini adalah konsistensi, tergantung seberapa besar dinamika yang ada. Namun tidak perlu dikuatirkan, karena ini adalah tantangan semua orang yang ingin berkembang. Justru menurut saya harus ada situasi naik turun, sehingga kita sadar diri bahwa ada yang lebih besar dibanding hal baik apa saja yang selama ini sudah kita bangun selama ini. Di titik ini lah kita menumbuh kembangkan kepribadian kita.
Selamat bertumbuh !
