| | | |

Pengelolaan Strategi Kerja Cerdas

Pengelolaan Strategi Kerja Cerdas

Strategi kerja cerdas pada era modern ini menjadi hal penting yang perlu diterapkan apalagi mengingat persaingan semakin tinggi. Perlu diketahui jika bekerja cerdas dan kerja cepat merupakan dua hal berbeda.

Kerja cerdas merupakan kegiatan yang cenderung memanfaatkan kreatifitas dipadukan dengan kecerdasan untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif dan efisien. Sedangkan kerja cepat cenderung membutuhkan energi lebih agar dapat memperoleh hasil sesuai target. Namun terkait dengan kualitas masih perlu dipertanyakan.

Jika mau jujur-jujuran, bekerja cerdas dan kerja cepat dua-duanya akan mendapatkan hasil yang gemilang sesuai dengan dinamika kebutuhannya masing-masing. Bagian yang menarik adalah, kapan kita memilih diantara kedua strategi diatas ?

Pengelolaan Strategi Kerja Cerdas

Tidak jarang banyak orang berfikir jika kerja cepat dan kerja cerdas merupakan dua hal yang sama. Perlu diketahui dari keduanya sangat berbeda terutama dalam hal sistem kerjanya serta kemaksimalan hasilnya. Lalu sebenarnya apa saja strategi kerja cerdas itu? Simak penjelasan lebih lanjutnya pada paparan berikut:

  1. Atur Waktu dengan Baik

Meski terlihat mudah, namun hingga saat ini ada banyak orang mengaku kesulitan mengatur waktu secara efektif dan efisien untuk mengerjakan hal-hal penting dan mengimbanginya dengan hiburan.

Masalah yang umum dirasakan oleh para pemula yaitu masih kebingungan mengatur waktu dengan baik. Solusi terbaiknya yaitu dengan membuat jadwal harian mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi.

Berikan waktu pada masing-masing kegiatan sesuai dengan kemampuan. Basanya pada awalnya akan kesulitan, apalagi seringkali ada kegiatan dadakan yang cukup memakan waktu. Namun seiring berjalannya waktu jika Anda konsisten melakukannya, pasti bisa mendapat hasil terbaiknya.

Metode seperti ini disarankan untuk Anda yang ingin memiliki work-life balance. Dengan waktu kerja yang terjadwal baik menggunakan sistem online maupun offline, Anda bisa menyempatkan diri untuk beristirahat ketika pekerjaan telah selesai lebih awal.

  1. Bagi Pekerjaan menjadi Beberapa Bagian

Mengerjakan banyak tugas dalam sekali waktu akan membuat tubuh merasa kelelahan. Apabila terus berlanjut, respon yang paling umum adalah menurunnya semangat untuk melakukan hal sama sehingga timbul kebiasaan menunda-nunda.

Saat mengerjakan tugas, sangat disarankan untuk menjauh seluruh hal yang mengganggu konsentrasi terutama ponsel dan TV. Cari tempat nyaman dengan suhu ruangan atau sedikit dingin agar otak tidak mudah memanas saat digunakan bekerja.

Supaya pekerjaan tidak sampai tertunda dan menyebabkan malas untuk mengerjakannya, silahkan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian. Teknik ini cocok bagi Anda yang ingin menerapkan sistem kerja cerdas.

  1. Temukan Kendala-kendala yang Menghambat Produktivitas

Saat awal memulai kerja cerdas, disarankan untuk mencari tahu apa saja hal-hal yang mungkin menghambat produktivitas Anda. Jika telah menemukannya, catat pada kertas atau note khusus. Ingat-ingat apa saja faktor penghambatnya, tujuannya adalah agar nantinya tidak sampai mengulangi kesalahan yang sama dan dapat menemukan solusi terbaiknya.

Temukan solusi yang mungkin sesuai dengan Anda, perlu diketahui jika tahapan ini biasanya tidak bisa hanya dilakukan satu kali saja karena setiap orang memiliki karakter tersendiri.

Cobalah membuat penjadwalan kegiatan dengan memanfaatkan alat bantu bisa berupa aplikasi canggih atau kalender serta buku catatan. Ketika setiap harinya seseorang melakukan kegiatan yang sama, jika sudah terbiasa tubuh akan memberikan respon otomatis sehingga pada waktu-waktu tertentu akan melakukan kegiatan rutinnya.

  1. Tinggalkan Tugas atau Kegiatan yang Bukan Prioritas

Jangan mencampuradukkan antara tugas prioritas dan non prioritas. Usahakan mengerjakan terlebih dahulu pekerjaan paling prioritas, kemudian disusul dengan kegiatan lainnya. Jangan sampai mendahulukan kegiatan yang bahkan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan serta tidak memiliki nilai urgensi.

Penerapan kerja cerdas di era yang serba cepat seperti sekarang ini menjadi poin paling penting. Jadikan ketatnya persaingan sebagai pemacu semangat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah ada.

Apabila saat mengerjakan suatu tugas Anda kehilangan motivasi, cobalah mengingat kembali apa tujuan awal melakukan pekerjaan tersebut. Ingat orang-orang yang mendukung serta mengharapkan kesuksesan Anda.

  1. Jangan Mulai dari Awal

Disebutkan jika memulai pekerjaan dari awal akan memaksa seseorang menggunakan energi lebih untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Meskipun dapat menyelesaikan dengan cepat, namun hasilnya seringkali menjadi kurang maksimal karena fokus utamanya adalah mengejar deadline.

Supaya tidak sampai menumpuk-menumpuk, cobalah menyelesaikan pekerjaan mulai dari tersulit sampai paling mudah. Tujuannya adalah mengurangi rasa malas karena umumnya ketika teringat mengenai kesulitan dari sebuah tugas menjadi seseorang tidak ingin mengerjakannya padahal hal tersebut sudah menjadi kewajiban.

Memaksa diri untuk melakukan sesuatu perubahan memang cukup sulit, namun jika sudah terbiasa akan memberikan dampak baik untuk selanjutnya.

Salah satu teknik yang bisa dicoba adalah usahakan selesaikan pekerjaan yang paling membuat Anda malas. Setelah seluruhnya selesai, lakukan review dari awal hingga akhir untuk melihat apakah ada yang perlu diperbaiki atau tidak. Dengan begitu kebiasaan menunda dapat diminimalisir.

Dalam program Character Building Trivi Adventure Camp, kedua strategi kerja diatas yaitu kerja cerdas dan kerja cepat terdapat jurang yang cukup jelas berbeda. Kegunaannya adalah untuk melatih peserta kami didalam mengambil langkah metode kerja dari dinamika tertentu.

Harapannya adalah ketika mereka masuk kedalam dunia hidup dan pekerjaan sesungguhnya bisa membiasakan diri mengambil metode keputusan kerja yang mana dan mendapatkan hasil yang baik lebih baik.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *